295 Wali Murid SDN dan SMPN Seberang Ulu Terima Bansos Berupa Beras Dari Pemkot Palembang

Palembang # Beritapali.com _ Sebanyak 295 Wali murid kurang mampu menerima Bantuan Sosial (Bansos) berupa 1 (Satu) karung beras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Mewakili Pj. Walikota Palembang bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Darma Wanita Kota Palembang, Hj.Dewi Sastrani Ratu Dewa, S.Ag didampingi Ketua Dewan Pendidikan Kota Palembang H.Ahmad Zulinto, S.pd.,MM, pada Sabtu (08/06/2024).

Dewi Sastrani menyampaikan, banyak program Pemkot Palembang untuk membantu masyarakat kurang mampu. Diantaranya seperti, bantuan beras, khitanan masal, periksa kesehatan, pembuatan KTP, KIS, KIP dan lainnya.

“TP PKK sebagai mitra dan selaku penyambung program Pemkot Palembang tentunya akan terus bergerak dalam mensejahterakan masyarakat yang tentunya semua melalui 10 Program Pokok PKK,” ujarnya.

Lanjut katanya, saat disinggung awak media terkait Ratu Dewa maju di Pemilihan Walikota (Pilwako) Palembang.

“Ya, Insya’Allah mohon do’anya saja karena sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Pusat semua akan di jalani oleh Pak Ratu Dewa,” jawabnya.

Ditempat dan waktu yang sama Ahmad Zulinto menambahkan, kegiatan ini merupakan program Ratu Dewa Peduli, dimana menurutnya, sebanyak lebih kurang 750 karung beras telah di bagikan kepada wali murid kurang mampu di 2 titik (tempat).

Zulinto juga menjelaskan, dalam dunia pendidikan dirinya sudah mengusulkan kepada walikota Palembang, agar kedepannya para murid dibantu baju seragam dan baju adat secara gratis. Hal ini menurut Zulinto, sudah menjadi cita-cita luhurnya dari dulu, namun, semua belum tercapai karena adanya pandemi Covid-19.

“Tahun ini sudah saya usulkan kembali pada Bapak Pj Walikota, alhamdulillah beliau responsip, karena baju adat pasti harganya mahal saya sarankan kepada beliau untuk dibantu melalui APBD. Meniru ucapan beliau apabila Allah merestuinya menjadi Walikota Palembang tentunya program ini akan dijalankan, namun, baju seragam dan pakaian adat gratis tersebut hanya diperuntukan bagi siswa yang baru masuk saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  AMPCB Palembang Berang, Banyak Cagar Budaya kota Palembang Rusak Tidak Terawat .

Saat disinggung, menurut masyarakat terkait carut marutnya PPDB di Kota Palembang, Ahmad zulinto menanggapi, untuk SMPN tidak ada masalah karena masih sampai saat ini masih mengikuti Permendikbud. Akan tetapi kata Zulinto, menurut pandangan, mengapa carut marutnya PPDB di SMAN karena, tidak adanya konsisten setiap orang terhadap PPDB.

“Sekolah kitakan sedikit, kalau kita mau jujur laksanakan PPDB dengan sebenarnya, jika semua calon murid diterima pasti tidak akan ada masalah. Tapi, karena semua ada kepentingan ya inilah yang terjadi. Saya yakin mudah-mudahan program Kepala Dinas Pendidikan terkait jalur zonasi, afirmasi dan prestasi semua diterima pasti ini akan kelir, dan tidak akan ada permasalahan,” terang Zulinto tutup pembicaraan.

(Chairuns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *