Ki Edi Susilo Bersama Ratusan PKL Bersiaga Antisipasi Terjadinya Pemagaran Lokasi Pasar 16 Ilir

Beritapali.Com //Palembang  –  Terdengar kabar bahwa akan ada pemagaran seng dipasar 16 Ilir pada Minggu dinihari, tokoh muda Sumsel Charma Afrianto, bersama anggota DPRD kota Palembang Muhammad Arfani terjun ke lokasi, Senin  (03/07/23).

Charma Afrianto dan Muhammad Arfani membaur bersama ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar 16 Ilir,  termasuk didalamnya ada para  Ketua dan anggota organisasi yang tergabung dalam Front Aksi Rakyat Palembang (FARP) diantaranya, Gerri dari Cakar Sriwijaya Sumsel, Dheo Aditia dari FPSS, Antoni dari BUNG BAJA, Ki Edi Susilo dari HIMPKA, Rijal dari PPAM I dan banyak lagi yang lainnya.

Ditengah keramaian, saat diwawancarai awak media, Charma Afrianto didampingi Muhammad Arfani dan Ki Edi Susilo mengatakan,

” Saya yakin, saya percaya, tapi saya tidak bisa mendahului Tuhan, mereka pasti akan menunda pemagaran tersebut sampai besok, mereka juga akan mengikuti mekanisme dari DPRD, tapi kita juga tidak boleh lengah ,” kata Charma Afrianto.

Terkait rencana revitalisasi pada saat ini, pedagang merasa tidak pernah diajak komunikasi bahkan seperti diabaikan, karena rencana revitalisasi seolah tanpa memikirkan nasib pedagang.

Lebih mengejutkan lagi pada Minggu (02/07) para pedagang mendapatkan kabar secara diam – diam Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang  akan melakukan pemagaran di sekitar wilayah pasar 16 Ilir pada tengah malam, meski belum ada komunikasi yang jelas terkait nasib para pedagang.

Hingga berita ini diterbitkan, untuk melakukan antisipasi hal yang tidak diinginkan para pedagang mencoba melakukan langkah pencegahan dengan memblokir pintu masuk arah gedung pasar 16 Ilir.

Lanjut Charma Afrianto, ” kita perlu energi, sebaiknya kita istirahat dulu, kita tetap akan berjuang, besok kita akan melakukan litigasi bersama DPR selanjutnya ke walikota ,” ujarnya.

Baca Juga:  Jajaran Polres Pali Melalui Polsek Penukal Abab Menghadiri Kegiatan Sapari Ramadhan bersama Pemda Kabupaten Pali.

” Bagaimana kalau kita pulang,   tiba-tiba mereka datang melakukan pemagaran? ,” kata salah seorang pedagang.

” Kalau memang ini terjadi, kita kepung kantor Pemkot,  percuma kita rapat bersama komisi, kalau begitu berarti mereka tidak menghargai DPR ,” tegas Charma Afrianto tutup pembicaraannya.

Hingga adzan subuh para PKL yang di pimpin oleh Ki Edi Susilo dan Bung Syamsu sebagai koordinator PKL, tetap bertahan dilokasi untuk mengantisipasi hal kemungkinan yang akan terjadi.

(Chairuns)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *