Beredar Berita Bacawako Charma Afrianto Dilaporkan Ke Polda Sumsel Karena Dugaan Kasus Penipuan, Ini Penjelasan Sebenarnya πŸ‘‡

Palembang # Beritapali.com – Beredar berita terkait masalah penipuan yang dilakukan oleh Bakal Calon Walikota Palembang Charma Afrianto, SE itu tidak benar.

Ini penjelasan Charma Afrianto melalui Konferensi Pers, Rabu (03/01/24) di Sekretariat DPP Gencar Indonesia, Jl. Salim Batubara, Kebon Semai, Kelurahan Sekip Jaya, Palembang.

Charma Afrianto menjelaskan, dirinya mengetahui berita tersebut pada Rabu (03/01) sekira pukul.16,00 Wib.

Di tahun 2023 bisa dikatakan Charma Afrianto mendapat usulan Bantuan Gubernur (Bangub) Sumsel atas dorongan Pemkot untuk melobi Pemrov. Maka disitu keluarlah surat- surat dan dokumen dengan lengkap yang sudah disetujui oleh Pemprov dan di ACC oleh Gubernur.

“Ocha ikut serta menanam modal di setiap ada pekerjaan (Proyek) dengan bagi hasil kalau menang tender, tapi kalau kalah, ya namanya juga penawaran, di LPSE itu tawaran banyak, ada yang menang dan ada yang kalah”, ujar Charma.

“Khusus pekerjaan proyek PSAL, Gubernur Sumsel (dua Minggu sebelum di jabat oleh PJ), mengatakan,

Proyek yang ini sepertinya kita tunda dulu, dengan alasan karena kekuatan keuangan Pemerintah Provinsi”, jelasnya.

Mendengar hal ini, Charma Afrianto pun menyampaikan dengan yang bersangkutan (Ocha) bahwa, untuk tahun 2023 belum ada pekerjaan, dan pekerjaan akan ada lagi di tahun 2024.

“Untuk pengerjaan aspal jalan ini, Rapnya, surat-suratnya dan lainnya semua itu sudah dihitung sama Konsultan, sama Ibu Ocha dan saya termasuk sama PU, semua sudah clear tapi semuanya tertunda karena kekuatan dari dana Bangub belum bisa maksimal”, ungkapnya.

Dengan hal ini awalnya Ocha menerima, namun lama kelamaan Ocha mengatakan kepada Charma Afrianto terlalu lama untuk menunggu proyek tersebut.

“Ya’ begitulah yang namanya Bangub kadang-kadang lancar gak lancar, tapi pekerjaan itu tetap ada”, imbuhnya.

Baca Juga:  Sudah Jelas Kangkangi Permendikbud, SMPN 33 Palembang Akan Menggelar Acara Perpisahan Sekolah Berkedok Tasyakuran

Untuk pekerjaan Bangub tersebut memang tertunda, namun Charma Afrianto mengatakan jumlah uang tidak seperti yang di beritakan, karena mereka (Ocha) dan Charma sama-sama mempunyai hitungan yang dicocokkan di bulan Oktober.

“Okelah, sambil menunggu tagihan-tagihan masuk saya memang ada janji di akhir tahun akan saya kembalikan uang tersebut, dan saya berikan solusi bahwa ada tagihan kita yang belum cair, dan kita bisa sharing sampai pertengahan bulan Januari ini”, bebernya.

“Saya pikir ini tidak ada masalah, mungkin namanya juga manusia pasti ada ketakutan-ketakutan hingga akhirnya melaporkan masalah ini”, tandasnya.

Charma Afrianto menyayangkan adanya Mimin-mimin (Admin) yang memviralkan dirinya di Medsos tanpa konfirmasi terlebih dahulu terhadap dirinya.

Dengan adanya Lapdu tersebut, menurut Charma Afrianto dirinya bisa menjelaskan di kepolisian dengan bukti-bukti dokumentasi dan sebagainya, hal inipun kata Charma Afrianto bisa di konfirmasi ke Pemprov dan Pemkot yang menerima Bangub. Awalnya Charma Afrianto tidak mau meladeni polemik berita tersebut, tapi karena banyak wartawan ramai-ramai meminta klarifikasi, maka Charma Afrianto mengundang para wartawan tersebut ke Posko DPP Gencar Indonesia untuk melakukan jumpa pers.

(Cha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *