Palembang # Beritapali.com _ Beberapa hari terakhir hujan deras mengguyur Kota Palembang dengan durasi cukup lama. Akibatnya, banjir terjadi dimana-mana, bukan saja lazimnya di jalan-jalan yang ada di tengah kota, namun banjir juga banyak merambah ke perkampungan, salah satunya di daerah Ariodilla, Kelurahan 20 Ilir D.IV, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.
Bicara masalah banjir, seperti yang disampaikan oleh salah satu warga dengan nama inisial MA (51). Dirinya mengatakan, jalan Ariodilla III, khususnya di Lingkungan RT. 34.A, jika hujan deras kampung mereka pasti banjir dengan genangan air cukup dalam hingga lutut orang dewasa.
“Banjir di tempat kami ini, selain mungkin karena alasan drainase, salah satunya diakibatkan air kiriman dari SMKN 2 Palembang, karena di sana tempatnya tinggi sedangkan ditempat kami rendah,” ujar MA menyampaikan kepada awak media Beritapali.com, Rabu (17/04/24).
Lanjut MA juga mengatakan, dirinya bersama warga yang lain sudah menandatangani surat kesepakatan yang dibuat oleh Ketua RT. 34.A untuk mengklaim SMKN 2 Palembang sebagai penyebab utama terjadinya banjir.
Menanggapi masalah tersebut, H. Suparman, S.Pd., M.Si Kepala Sekolah SMKN 2 Palembang mengatakan, masalah solusinya sudah dipikirkan, dan sudah disampaikan kepada Pj. Walikota Palembang.
Masih kata Suparman ada dua pilihan, kolam dibelakang sekolah akan dibuat menjadi kolam retensi atau ditimbun, namun hingga sekarang belum ada kabar dari Pj. Walikota.
“Ketua RT dan RW agar segera melaporkan masalah ini ke Camat atau Walikota Palembang biar cepat diatasi,” kata Suparman saat di konfirmasi melalui telepon seluler.
“Sementara lahan kosong yang ada di SMKN 2 Palembang itu menjadi tempat pembuangan air dari komplek, dan hal itu sudah kami cek sendiri bersama Ketua RT dan warga setempat,” pungkasnya.
Menurut pengamatan, dikutip dari media Beritapali.com beberapa tahun lalu, sepanjang sejarah terjadinya banjir di Ariodilla III sudah memakan korban jiwa 2 (dua) nyawa anak kecil melayang karena terseret arus air akibat banjir. Dan tentunya, hal tersebut harus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Palembang agar hal serupa tidak terulang kembali.
(Cha