GPP Sumsel Labrak Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Massa Datang Kadisdik Menghilang

Beritapalicom |Palembang – Suasana di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan mendadak mencekam pada Kamis siang (22/01/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel bersama Tim 7 Media Partner melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran yang berujung pada kericuhan mulut dan kemarahan massa.

Aksi yang dipicu oleh bobroknya sistem pendidikan dan maraknya pungutan liar (pungli) berkedok komite ini kian memanas setelah Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Kadisdik Absen, Massa Mengamuk

Koordinator Aksi, M. Khaliq, bersama Fitro dan Obi, sempat hilang kendali dan mengamuk di depan lobi kantor Disdik. Kemarahan mereka meledak saat staf dinas dan Kabid SMK memberikan alibi klasik bahwa sang Kadisdik sedang Dinas Luar (DL).

“Ini alasan basi! Setiap kali rakyat datang menuntut keadilan, pejabatnya selalu sembunyi di balik kata ‘Dinas Luar’. Kami tidak akan beranjak dari sini! Kami akan bertahan sampai Kadisdik hadir dan menjawab penderitaan rakyat!,” teriak M. Khaliq dengan nada tinggi di tengah kerumunan massa.

Tuntutan Mati: Hapus Komite atau Mundur!

Dalam tuntutannya, GPP Sumsel mendesak penghapusan total komite di seluruh sekolah negeri di Sumatera Selatan. Mereka menilai komite sekolah hanya menjadi “tameng” legalitas untuk memeras wali murid melalui berbagai modus, mulai dari uang bangunan saat PPDB, uang seragam, uang SPP, hingga uang perpisahan.

Tidak main-main, massa menantang Hj. Mondyaboni untuk menandatangani Surat Pernyataan Jabatan. Isinya sangat tajam: Jika ke depannya masih ditemukan praktik pungli di sekolah negeri, maka Kadisdik Sumsel harus menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya secara tidak hormat.

Baca Juga:  Rektor Unsri Palembang Menggelar Acara Bukber Insan Pers Dirumah Dinas

“Ini adalah ujian komitmen. Kalau memang pro rakyat, tanda tangani! Jangan biarkan wali murid terus menjadi sapi perah oknum Kepala Sekolah dan Ketua Komite yang haus uang,” tegas Obi dalam orasinya.

Sentilan Pedas: Kepsek Tunggangi Pajero & Fortuner dari Hasil Peras Wali Murid?

Orasi M. Khaliq semakin memanaskan suasana saat ia membongkar informasi mengejutkan dari “orang dalam” Disdik Sumsel. Ia menyoroti gaya hidup mewah para Kepala Sekolah dan Ketua Komite di Sumsel yang berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi wali murid.

“Kami dapat informasi akurat, oknum Kepsek dan Ketua Komite kalau ke sini (Disdik) tunggangannya tidak main-main, Pajero dan Fortuner terbaru! Dari mana uangnya kalau bukan hasil memeras wali murid dengan modus uang komite? Ini mencederai semangat pendidikan gratis!” ungkap Khaliq yang disambut teriakan setuju dari massa.

Sikap Tegas: “Kami Tidak Akan Pergi Sebelum Menang”

Hingga berita ini diturunkan, massa masih menduduki area Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum bertemu langsung dengan Kadisdik.

“Sekolah negeri wajib gratis tanpa embel-embel! Hapus komite sekarang juga. Kami tidak akan pergi sebelum menang,” tutup para orator.

Kondisi di lapangan masih terpantau tegang dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Publik kini menunggu, beranikah Kadisdik Sumsel menghadapi massa dan menjamin pendidikan bersih dari pungli, atau justru tetap bersembunyi di balik alibi kedinasan.

 

(CH/Obi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *