Beritapali.com |Palembang _ Beredar di beberapa media online terkait penyelesaian masalah pemberitaan dugaan Pungutan Liar (Pungli) di SMK Negeri 4 Palembang menjadi sorotan tajam bagi kalangan wartawan di Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kota Palembang.
Dalam pemberitaan tersebut Plt Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Mitrisno menerima kedatangan beberapa wartawan untuk melakukan konfirmasi.
Lalu Kabid SMK menghubungi Eksan Sumin selaku Kepala SMK Negeri 4 Palembang untuk mempertanyakan benar tidaknya terkait berita dugaan Pungli tersebut.
Saat terjadi percakapan antara Mitrisno dengan Eksan Sumin terdapat ucapan yang cukup mengagetkan para wartawan yang sedang melakukan konfirmasi dengan Mitrisno (Plt Kabid SMK) saat itu.
Dikutif dari media online lidiksumsel.com, Selasa (13/01) yang mana Eksan Sumin mengatakan,
“Kira-kira berapa satu orang (wartawan) mau dikasih” selain itu ada juga kalimat “wartawan yang kemarin sudah aman, kalau ada pemberitaan lagi berarti itu dari pihak (wartawan) lain yang belum terkoordinasi”.
Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi dan sorotan tajam dari kalangan wartawan, karena dinilai kurang etis dan berpotensi mencederai profesionalisme serta independensi wartawan selaku insan pers.
Seharusnya, setiap permasalahan itu diselesaikan secara profesional, bukan menyelesaikan wartawan dengan uang. Karena, hal itu merupakan pelecehan bagi profesi wartawan.
Sekalipun itu sifatnya Advertorial (ADV), seandainya terjadi, pastinya akan mengakibatkan profesi wartawan yang menerima ADV tersebut tidak lagi bersifat netral (independen), dalam kata lain adanya keberpihakan dengan SMK Negeri 4 Palembang.
Saat di konfirmasi melalui telepon seluler Eksan Sumin dengan nomor 0852-7334-XXXX. Ia mengatakan, masalah itu sebelumnya sudah di bicarakan dengan Plt Kabid SMK. Dan, Plt Kabid SMK mengatakan tolong di bantu bagaimana jika para wartawan yang melakukan konfirmasi tersebut diberikan ADV, sehingga munculah ucapan “Kira-kira berapa satu orang (wartawan) mau dikasih” dan ucapan “yang kemaren sudah aman dan kalau ada pemberitaan lagi itu dari wartawan lain yang belum terkoordinasi,”.
“Sebelumnya masalah ini sudah di bicarakan dengan Kabid SMK, kenapa masalah ini menjadi melebar. Saya pasrah di blunder terus, ibarat maunya orang itu ke pengennya saya berhenti jadi kepala sekolah,” pungkas Sumin sambil tertawa kecil akhiri pembicaraan.
(CH)
BeritaPali.com Berita Populer Terbaru Kabupaten Pali