‎Kedok “Sinergi” PHR Zona 4 Media Gathering Eksklusif di Tengah Aksi Undang Media Secara Diam-diam 

‎Palembang, Beritapali.com – Slogan “1 Tujuan 1 Energi” yang digaungkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mendadak terasa hambar. Di balik kemegahan acara Media Gathering yang digelar di Palembang (21-22 Januari 2026), tercium aroma diskriminasi dan ketidakterbukaan yang mencolok.

‎Acara yang diklaim sebagai wadah silaturahmi untuk membangun komunikasi terbuka ini justru menyisakan tanda tanya besar. Betapa tidak? Di saat manajemen berbusa-busa bicara soal peran strategis pers dalam membentuk persepsi publik, fakta di lapangan justru menunjukkan arah yang berlawanan.

‎Alih-alih merangkul awak media yang sehari-hari berjibaku meliput di wilayah operasional PHR Zona 4, perusahaan plat merah ini justru terkesan melakukan seleksi “tertutup”. Sejumlah media lokal yang berada di garda terdepan wilayah operasi justru mengaku tidak tahu-menahu soal agenda ini.

‎”Katanya kolaborasi solid, tapi mengundang pers saja seperti operasi senyap. Media yang ada di lingkungan operasi malah ditinggalkan. Ini mau bangun sinergi atau mau bangun dinasti informasi?” ujar salah satu jurnalis lokal yang merasa dikangkangi oleh kebijakan tersebut.

‎Ironi tidak berhenti di situ. Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi dan mencari kejelasan terkait transparansi pemilihan mitra media, pihak PHR Zona 4 justru mempertontonkan drama klasik: saling lempar tanggung jawab.

‎Alih-alih memberikan jawaban yang lugas sebagai bentuk public relations yang profesional, oknum di internal perusahaan justru hobi mengarahkan pertanyaan ke sana-sini tanpa ujung yang jelas. Sikap defensif ini seolah mengonfirmasi bahwa “komunikasi terbuka” yang dijanjikan hanyalah bualan di atas kertas sambutan.

‎Jika PHR Zona 4 benar-benar ingin memastikan ketahanan energi nasional melalui kolaborasi, maka keterbukaan informasi harus menjadi pondasi utama, bukan sekadar basa-basi saat seremonial. Menutup pintu bagi media lokal sama saja dengan memutus mata rantai informasi bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Baca Juga:  Polsek Tanah Abang gelar sholat sunah istisqa serentak.

‎Publik kini menunggu, apakah PHR Zona 4 akan membenahi pola komunikasinya, atau tetap nyaman dalam lingkaran eksklusivitasnya sembari terus mempraktikkan budaya “saling lempar” saat dikritik?

‎Sangat disayangkan jika ketahanan energi nasional harus dinodai oleh praktik hubungan masyarakat (PR) yang eksklusif dan tertutup. Bagaimana publik bisa percaya pada komitmen PHR Zona 4 jika untuk urusan undangan media saja perusahaan ini lebih memilih cara-cara “bawah tanah”?

‎Jika PHR Zona 4 hanya ingin mendengar pujian, mereka tidak butuh jurnalis; mereka hanya butuh pemandu sorak. Rakyat di wilayah operasi butuh fakta, dan fakta itu hanya bisa hadir jika media lokal tidak dikerdilkan oleh taktik birokrasi yang memuakkan.

‎Rilis : Rahasmin Sawiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *