‎Wartawan Lapangan Protes Keras, BKPSDM PALI Dinilai Tidak Profesional Berbagi Informasi.

‎Pali, Beritapali.com – Sesi pelantikan 33 pejabat yang dipimpin langsung oleh Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada hari ini, Jumat (02/01/2026), mendadak menjadi sorotan tajam.

‎Pasalnya, acara yang seharusnya berjalan khidmat tersebut justru menuai kontroversi dan protes keras dari sejumlah awak media yang bertugas di lapangan.

‎Kekecewaan ini bermula saat sejumlah wartawan yang hadir langsung di lokasi acara mencoba berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten PALI. Para awak media bermaksud meminta data nama-nama pejabat untuk dimasukkan dalam rilis berita.

‎Namun, hal yang sangat disayangkan terjadi. Data resmi yang diminta oleh wartawan di lokasi diduga telah diberikan secara eksklusif kepada pihak media lain yang justru tidak hadir melakukan liputan di lapangan.

‎Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa data daftar nama peserta pelantikan tersebut sudah tersebar ke awak media yang hanya “duduk manis” di rumah, sementara mereka yang bersusah payah meliput di lokasi justru dipersulit.

‎Rahasmin, salah satu wartawan di Kabupaten PALI yang berada di lokasi kejadian, mengecam keras sikap oknum Kepala Dinas maupun panitia penyelenggara. Menurutnya, tindakan tersebut tidak profesional dan mencederai hubungan kemitraan antara pemerintah dan pers.

‎”Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Seolah-olah kami yang hadir langsung di lapangan ini dianggap tidak bisa menulis berita atau tidak dihargai keberadaannya,” ujar Rahasmin dengan nada kecewa.

‎Kejadian ini memicu pertanyaan besar di kalangan insan pers Kabupaten PALI mengenai standar operasional prosedur (SOP) penyebaran informasi di lingkungan BKPSDM. Muncul dugaan adanya praktik “tebang pilih” dalam pemberian akses informasi publik kepada awak media.

Baca Juga:  IWO Sumsel Hadiri Sertijab Pangdam II /Sriwijaya

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak BKPSDM Kabupaten PALI belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mengapa data tersebut lebih diprioritaskan kepada media yang tidak hadir di lokasi ketimbang wartawan yang melakukan peliputan langsung.

‎Liputan Wartawan Lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *