Hadapi Cuaca  Ekstrem  BPBD PALI Maksimalkan Tim Reaksi Cepat Siaga 24 Jam, Potensi Bahaya Segera Lapor 112

PALI KP/Beritapali.com—Fenomena munculnya bibit  siklon tropis, yang mengakibatkan cuaca ekstrem dan berpotensi mengakibatkan bencana alam di harapkan warga masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait fenomena cuaca ini.
Himbauan Pemerintah Kabupaten PALI
– Untuk tidak membuatnya sampah di sungai dan saluran air (vot gorong-gorong dan sebagainya)
-Melaksanakan kerja bakti menerbitkan saluran air di lingkungan masing-masing
-Selalu perhatikan kondisi tanah terutama daerah ketinggian yang berpotensi longsor

-Segera meninggalkan tempat apabila terjadi pergerakan tanah yang berpotensi longsor
-Memantau kondisi pohon, tiang listrik reklame, baliho dan Lampu PJU yang berpotensi tumbang.
-Apabila terjadi hujan agar tidak berteduh di bawah pohon, reklame, baliho tiang listrik dan PJU penerangan jalan umum
-Jangan menggunakan handphone di luar ruangan saat terjadi hujan petir
-Lakukan pengecekan instalasi listrik apabila terkena air yang dapat mengakibatkan konsleting listrik
-Berhati-hatilah di daerah aliran sungai serta selalu menjaga dan mengawasi anak kita .
Himbauan sederhana Bupati PALI tersebut merupakan langkah prioritas dalam mewaspadai fenomena cuaca ekstrem di Kabupaten PALI

Cuaca ekstrem akhir-akhir dengan intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) u tuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan

BPBD PALI bersama seluruh personel kini berada pada status siaga penuh guna memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.demikian di sampaikan Achmad Hidayat ST MM dalam siaran persnya
BPBD memperkuat berbagai langkah mitigasi bencana, mulai dari pemantauan tinggi permukaan sungai, pengecekan infrastruktur rawan tumbang, hingga memastikan kesiapan armada evakuasi dan alat berat. Petugas lapangan terus melakukan inspeksi di titik banjir, lokasi dengan pohon berukuran besar, serta kawasan perbukitan yang berpotensi mengalami longsor. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sejak dini.
Kepala BPBD PALI, Ir. Ahmad Hidayat, S.T., M.M., menjelaskan bahwa sistem pelaporan masyarakat juga diperbaiki agar penanganan di lapangan semakin cepat. Masyarakat dapat menghubungi posko siaga untuk melaporkan kondisi darurat seperti banjir, angin kencang, atau pergerakan tanah. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan 24 jam untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemeriksaan instalasi listrik yang terdampak hujan dan pembersihan pohon tumbang dilakukan secara terpadu bersama dinas terkait.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, BPBD mengingatkan masyarakat untuk menghindari lokasi berbahaya seperti bawah pohon besar, baliho, dan tiang listrik saat hujan deras. Warga juga diminta tidak membuang sampah ke saluran air serta menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah genangan dan banjir. Untuk masyarakat di daerah perbukitan, kewaspadaan terhadap gejala pergerakan tanah menjadi sangat penting agar evakuasi dapat dilakukan sebelum situasi membahayakan.
Bupati PALI, Asgianto, S.T., bersama Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H., menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan BPBD dan menegaskan bahwa respons cepat petugas sangat berpengaruh dalam melindungi warga pada musim hujan ini.
Dengan seluruh upaya ini, BPBD PALI berharap masyarakat merasa lebih aman. Warga diimbau segera melaporkan potensi bahaya agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin. pungkasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *