
Pali, Beritapali.com — Koordinator Aksi Masyarakat Peduli PALI, Abu Rizal, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal proses aktivasi kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 40.499 warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dinonaktifkan sejak 1 Januari 2026.
Didampingi sejumlah koordinator aksi lainnya, Abu Rizal menyampaikan bahwa janji Pemerintah Kabupaten PALI untuk mengaktifkan kembali BPJS warga dalam waktu 10 hari ke depan harus benar-benar direalisasikan, bukan sekadar pernyataan di atas kertas.
“Kami tegaskan, Masyarakat Peduli PALI akan mengawal penuh proses ini. Kami tidak mau ada permainan, tidak mau ada alasan teknis yang berlarut-larut, karena ini menyangkut hak dasar rakyat untuk berobat,” tegas Abu Rizal, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga akan turun langsung memantau kondisi masyarakat di lapangan, khususnya warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Abu Rizal mengingatkan agar tidak ada lagi kasus warga PALI yang ditolak berobat oleh fasilitas kesehatan (faskes) akibat status BPJS yang belum aktif.
“Kami akan pantau langsung. Kalau ada warga yang kembali ditolak berobat oleh rumah sakit atau puskesmas karena BPJS belum aktif, itu akan kami catat dan kami lawan,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Masyarakat Peduli PALI juga membuka posko pengaduan di kawasan Simpang Limo. Selain itu, hotline pengaduan disiapkan bagi warga yang ingin melaporkan kendala pelayanan kesehatan maupun dugaan penolakan faskes.
“Posko ini kami buka untuk rakyat. Silakan lapor jika mengalami kendala berobat. Jangan takut, kami bersama rakyat,” kata Abu Rizal.
Lebih lanjut, Abu Rizal melontarkan ultimatum keras kepada Pemkab PALI. Ia memastikan, jika dalam waktu 10 hari ke depan BPJS Kesehatan 40.499 warga PALI tidak juga diaktifkan sepenuhnya, pihaknya akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
“Ini peringatan terakhir. Jika dalam 10 hari BPJS 40.499 warga PALI tidak jadi diaktifkan, kami pastikan akan turun lagi ke jalan dengan massa yang lebih besar. Ini bukan ancaman, ini komitmen perjuangan,” tandasnya.
Menurutnya, kebijakan penonaktifan BPJS dengan alasan efisiensi anggaran adalah langkah keliru yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Karena itu, Masyarakat Peduli PALI berkomitmen untuk terus berada di barisan rakyat hingga hak kesehatan benar-benar dipulihkan
(Rahasmin/Tim).
BeritaPali.com Berita Populer Terbaru Kabupaten Pali