Dugaan Oknum Guru SD Negeri 4 Pemulutan Gunakan Ijazah Palsu Untuk Dapat Sertifikasi Guru Hangat Di Ogan Ilir 

Ogan ilir ,KP/Beritapali.com—Kasus  dugaan ijazah bodong atau palsu bukan hanya heboh di tingkat nasional tetapi di lingkup Disdik Ogan Ilir juga berkembang tentang isi miring dugaan seorang pendidik ASN gunakan ijasah palsu saat yang bersangkutan mendapat sertifikasi mengajar di salah satu SD Negeri di Pemulutan Kecamatan Pemulutan Ogan ilir.

Informasi di dapat media bersumber keresahan para warga masyarakat yang mengetahui hal tersebut,menurut mahasiswa seangkatan bersangkutan sertifikat pendidik persyaratan harus mempunyai Ijazah.SPd.atau S.1. sedang ibu ini belum lulus dan belum mengikuti yudisium di Universitas Terbuka dikarnakan nilainya tidak mencukupi, ujarnya mewanti-wanti untuk tidak sebutkan namanya.Selanjutnya mengatakan untuk kebenaran silakan data ini silakan cek ke pihak Universitas Terbuka di Palembang , “kalau di sekolah ini semua itu sudah tau semua” ,jelasnya .

Penasaran dengan informasi tersebut media langsung mendatangi kantor Universitas Terbuka di Palembang dan berbicara langsung dengan staf administrasi yang membenarkan mahasiswi berinisial E tersebut belum lulus karena nilai nya kurang 2,0 belum memenuhi standar untuk kelulusan .dengan nomor NIM:820857026. belum Lulus ungkap staf tersebut seraya menyertakan print out bukti mahasiswa yang di maksud.

Tidak sampai di situ media ini mengkonformasi

kepada ibu E yang saat ini sudah menjadi tenaga pengajar tetap ASN di SDN 4 Pemulutan induk saat di konfirmasi ibu E menjawab kalu kamu melaporkan saya , saya juga mau melaporkan yang membuat ijazah saya” maksudnya apabila dirinya di laporkan dirinya juga akan melaporkan si pembuat ijazah palsu tersebut .

Pihak pemerintah agar mengkroscek lebih dalam di karenakan ibu E sudah merugikan negara dengan ijazah palsu untuk mendapat dana sertifikasi dari tahun 2014 sampai 2025. Kerugian negara Kurang lebih Rp 440.000.000; kepada instansi yang terkait agar dapat menindak lanjuti kasus ijazah palsu ini.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *